KISI-KISI UTS GEOGRAFI SMA

KISI-KISI GEOGRAFI KELAS X IIS

 

  1. Istilah geografi
  2. Prinsip geografi
  3. konsep dasar geografi
  4. kelompok geografi fisik
  5. ilmu bantu geografi
  6. obyek material Geografi
  7. Judul penelitian
  8. Data penelitian
  9. instrumen penelitian
  10. metode penelitian
  11. metodologi penelitian
  12. Populasi dan sampel
  13. Objek geografi

 

KISI-KISI GEOGRAFI KELAS XI IIS

  1. Faktor yang mempengaruhi persebaran hewan maupun tumbuhan
  2. ekosistem
  3. Ciri-ciri hutan hujan tropis
  4. Jenis flora Indonesia
  5. kawasan kerajaan tumbuhan Paleotropik
  6. kawasan kerajaan tumbuhan Neotropik
  7. Dua jenis hewan khas dari kawasan Afrika Tengah
  8. suaka margasatwa di Pulau Sumatra
  9. Tanaman jati
  10. kawasan hutan hujan tropis
  11. Hewan yang ada di Pulau Papua
  12. Fauna dan flora di Indonesia
  13. kawasan kerajaan tumbuhan oriental
  14. Kawasan Konservasi alam (KPA)
  15. Hutan savana
  16. Penyebab wilayah Indonesia kaya dengan berbagai barang tambang
  17. Pembagian sumber daya alam berdasarkan manfaatnya
  18. Pembagian sumber daya alam menurut UU no. 11 tahun 1967
  19. Faktor utama yang berperan dalam pembentukan minyak dan gas bumi
  20. Ciri-ciri batu bara berkualitas tinggi
  21. Proses pengendapan larutan sisa magma
  22. Daerah penghasil minyak bumi
  23. Contoh bahan galian industri
  24. Observasi, eksplorasi dan eksploitasi

 

KISI-KISI GEOGRAFI KELAS XII IPS

  1. Pengetahuan peta
  2. Tekstur di penginderaan jauh
  3. Menghitung Skala peta
  4. Tiga macam skala peta
  5. Simbol peta
  6. Inset peta
  7. Penulisan dalam peta
  8. Proyeksi peta
  9. Garis kontur
  10. Unsur peta
  11. Dampak Pembangunan kawasan industri
  12. Adanya aglomerasi industri
  13. Teori letak Industri
  14. Pengideraan jauh (Remote sensing)
  15. Citra foto
  16. Unsur-unsur interpretasi citra
  17. Sensor
  18. alat untuk merekam pada SIG
  19. Komponen dalam SIG
  20. Data dalam SIG
  21. Jelaskan pembagian industri berdasarkan tenaga kerjanya
  22. Positif dan dampak negatif pembangunan industri
  23. Komponen dalam penginderaan jauh
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Panduan Menggunakan Schoology Bagi Siswa

PANDUAN MENGGUNAKAN SCHOOLOGY

Panduan Menggunakan schoology Bagi Siswa kelas XI dan XII SMA Islam Terpadu Nurul Ilmi Tenggarong

Dibawah ini saya berikan langkah-langkah cara mendaftarkan akun di Schoology :

  1. Klik link https://www.schoology.com
  2. Klik tombol SignUp (berada dipojok sebelah kanan) lalu pilih Student.

Masukan Access Code sesuai kelas kalian masing-masing :

Access Code Kelas XI IPS Putra : QJJN2-CD648

Access Code Kelas XI IPS Putri : JH99K-9376S

Access Code Kelas XII IPS Putra : JMKXT-758CC

Access Code Kelas XII IPS Putri : CWW9B-9PNNF

Setelah Access Code dimasukan lalu klik Continue, akan muncul jendela seperti gambar dibawah ini :

Fisrt Name :  masukan nama depan kamu

Last Name :  masukan nama belakang kamu, jika tidak ada masukan SMAIT

Email or Username :  masukan email kamu, jika tidak punya masukan username yang kamu inginkan, username tidak boleh menggunakan spasi, boleh sama dengan username FB atau Twitter kamu. contoh username : djunijanto

Password :  masukan password yang kamu hafal, boleh sama dengan password FB atau Twitter kamu.

Confirm Password :  masukan password yang sama dengan yang telah kamu masukan di Password atas.

Setelah semua lengkap diisi, klik Register. Mohon perhatian, gunakanlah nama asli agar mempermudah absensi dan penilaian.

Selamat kamu sudah mempunyai akun Schoology. Schoology adalah situs jejaring yang digunakan oleh sekolah-sekolah berkualitas dan maju sebagai tempat kegiatan belajar mengajar modern dan berbasis teknologi dibeberapa negara Eropa dan Asia. Saya yakin siswa SMA IT Nurul Ilmi Tenggarong Mampu menggunakan program tersebut yang telah digunakan oleh sekolah-sekolah di negera maju.

Kalau menggalami kendala dapat silakan ditanyakan.

Oleh : Djunijanto

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengaruh perubahan iklim terhadap penurunan dan persebaran populasi pesut di Sungai Mahakam

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Iklim sangat mempengaruhi dari persebaran flora dan fauna di suatu negara, perubahan iklim akan mempengaruhi keberadaan flora dan fauna baik dari segi jumlah maupun persebaran yang semakin berkurang. Iklim sendiri adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah dalam kurun waktu yang relatif lama. Sedangkan wilayah  Indonesia, memiliki iklim tropis yang sangat dikenali melalui tumbuhan yang sangat besar dan selalu hijau sepanjang tahun.

            Perubahan Iklim sendiri berpengaruh terhadap flora dan fauna di daerah Indonesia. Akibatnya ada jenis-jenis flora dan fauna tertentu yang dapat hidup dengan jenis iklim tertentu. Faktor-faktor pembentuk iklim diantaranya: temperatur udara, angin dan curah hujan secara bersama-sama mempengaruhi persebaran flora dan fauna.

Dalam pernyataannya menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Mei 2007, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, perubahan iklim juga telah dirasakan berdampak pada pertanian, ketahanan pangan, kesehatan manusia, dan pemukiman manusia, lingkungan, termasuk sumber daya air dan keanekaragaman hayati. Akibat nyata dampak perubahan iklim terhadap spesies sebagai komponen keanekaragaman hayati adalah berupa perubahan dalam kisaran penyebaran, meningkatnya tingkat kelangkaan, perubahan waktu reproduksi, dan perubahan dalam lamanya suatu musim tanam. Dan ini didukung oleh Laporan IPCC (International Panel on Climate Chiange) pada April 2007 tentang dampak, kerentanan, dan adaptasi pada perubahan iklim mengemukakan bahwa kurang lebih 20-30% tumbuhan dan hewan diperkirakan akan meningkat risiko kepunahannya jika kenaikan temperatur global rata-rata di atas 1,5 – 2,5 derajat celsius.

            Wilayah Indonesia yang masuk pada kelompok iklim  hutan hujan tropis salah satunya pulau Kalimatan yang memiliki banyak keanekaragaman hayati yang secara endemik mendiami pulau Kalimantan dan sangat dipengaruhi oleh iklim. Oleh karenanya banyak spesies makhluk hidup yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, maka dikhawatirkan spesies yang ada akan terganggu dan mengalami kepunahan. Walaupun saat ini dari pihak Departemen Kehutanan telah memberikan status langka pada spesies yang terancam punah ternyata tak mampu memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidupnya.

            Salah satu satwa yang ada yaitu Pesut (Orcaella brevirostris) dianggap sebagai satwa yang paling terancam punah. IUCN (2002) telah memberikan status Critically Endangared  (kritis terancam punah) pada jenis ini, sementara CITES telah menempatkannya pada Appendix 1 yang bearti jenis ini tidak diperkenankan untuk diperdagangkan. Pemerintah Republik Indonesia sendiri telah memberikan pengakuan atas kelangkaan dan ancaman kepunahan terhadap jenis ini dengan menetapkannya sebagai jenis satwa liar yang nyata terhadap pelestarian pesut yang habitatnya di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Disamping itu berbagai permasalahan yang menjadi ancaman bagi pesut seperti pendangkalan danau-danau Mahakam, pencemaran air, lalu-lintas air yang ramai, penurunan jumlah makanan dan penggunaan jaring (rengge).

Keberadaan pesut yang dari tahun 1975 memiliki 1000 ekor populasi dan sampai saat ini diperkirakan jumlah pesut tinggal 50 ekor di Sungai Mahakam. Pesut yang jumlahnya semakin sedikit diperkirakan ada hubungannya dengan perubahan iklim yang dapat mengganggu habitat pesut tersebut. Dan saat ini Pesut telah   dilindungi undang-undang melalui Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar.

            Sebagai satwa liar yang dinyatakan terancam punah, pemberian status kelangkaan pada pesut seperti tersebut diatas ternyata belum memberikan dampak positip kepada keberadaan pesut supaya tetap lestari dan terjaga.

Dengan melihat latar belakang tersebut diatas, maka peneliti memberikan judul penelitian sebagai berikut “ Pengaruh perubahan iklim terhadap penurunan dan persebaran  populasi pesut di Sungai Mahakam” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KARYA TULIS SISWA | Tag | Tinggalkan komentar

Juara OSN Kabupaten dari SMA N 3 Tenggarong

Kegiatan OSN ditingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 10 Mei 2011 di Gedung Kartini. Mulai pukul 09.00-16.00 yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara. Kegiatan tersebut diikuti oleh SMA  baik Negeri maupun swasta yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara

Penyelenggaraan OSN di tingkat Kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dengan juri yang beradasal dari Universitas Mulawarman.  Adapun kategori lomba meliputi bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Teknologi Informatika, Astronomi, Kebumian dan Ekonomi.

Adapun siswa SMA N 3 Unggulan Tenggarong yang meraih Juara adalah sebagai berikut:

NO.

NAMA SISWA KELAS JUARA BIDANG STUDI

1

GYDION UPA XI IPA 1 BIOLOGI

2

DWI WILUJENG B XI IPA 3 BIOLOGI

3

RISKA APRILIANI XI IPA Harapan 1 BIOLOGI

4

NOOR AIYSAH XI IPA Harapan 3 BIOLOGI

5

M. THORIQ X 1 TEKINFOKOM

6

SRI WULANDARI X 2 TEKINFOKOM

7

ERMINA X Harapan 2 TEKINFOKOM

8

QORI DWI P X 1 KEBUMIAN

9

HENDRA X 2 KEBUMIAN

10

SANDY DIAN XI IPA Harapan 3 KEBUMIAN

11

RIFKY FADILAH X 3 KIMIA

12

M. ROBIYAL X Harapan 3 KIMIA

13

M. ROBITH X 3 MATEMATIKA

14

DURIYAH MUSTIKA Xi IPA Harapan 1 FISIKA

15

HERU SUSANTO Xi IPA Harapan 3 FISIKA

16

M. IQBAL RAIS X Harapan 1 EKONOMI

17

KANA HARDIANI XI IPA Harapan 3 ASTRONOMI

Kami ucapkan selamat kepada siswa-siswi yang telah meraih juara semoga dapat berhasil ditingkat propinsi dan pada akhirnya dapat mewakili propinsi Kalimantan timur dalam OSN di Manado.

Dipublikasi di OSN KUKAR | Tag | 1 Komentar

OLIMPIADE SAINS KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan propinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari propinsinya masing-masing.

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO – International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

Olimpiade Sains Nasional diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Sampai saat ini Olimpiade Sains Nasional telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali, mulai dari tahun 2002 di Yogyakarta hingga yang terakhir di Medan. Berikut ini daftar tuan rumah Olimpiade Sains nasional:

  1. tahun 2002 di Yogyakarta.
  2. tahun 2003 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
  3. tahun 2004 di Pekanbaru, Riau.
  4. tahun 2005 di Jakarta[1].
  5. tahun 2006 di Semarang, Jawa Tengah.
  6. tahun 2007 di Surabaya, Jawa Timur.
  7. tahun 2008 di Makassar, Sulawesi Selatan
  8. tahun 2009 di Jakarta
  9. tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara.
  10. tahun 2011, akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan OSN ditingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 10 Mei 2011 di Gedung Kartini. Mulai pukul 09.00-16.00 yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara. Kegiatan tersebut diikuti oleh SMA  baik Negeri maupun swasta yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara

Penyelenggaraan OSN di tingkat Kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dengan juri yang beradasal dari Universitas Mulawarman.  Adapun kategori lomba meliputi bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Teknologi Informatika, Astronomi, Kebumian dan Ekonomi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di OSN KUKAR | Tag | Tinggalkan komentar

Gunung Api Raksasa di Bawah Laut Sulawesi

Gunung SemeruVIVAnews - Ekspedisi bersama Indonesia-Amerika Serikat di lautan dalam di perairan Sangihe, Sulawesi Utara, berhasil memetakan sebuah gunung bawah laut. Penelitian dengan sonar multicahaya kapal penelitian Okeanos milik NOAA ini menemukan gunung ini memiliki ketinggian sampai 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.

Kamera yang dikendalikan dari jarak jauh oleh kapal tersebut mengambil gambar dengan definisi tinggi (high definition) di kawasan Kawio Barat yang mengacu pada wilayah perairan barat Kepulauan Kawio, Kabupaten Sangihe.

Para ilmuwan memilih Kawio Barat sebagai target pertama untuk ekspedisi ini berdasarkan informasi dan data satelit yang dikumpulkan oleh sebuah tim gabungan Indonesia-Australia pada 2004.

Unsur-unsur bawah laut yang berlimpah menjadi target awal yang ideal untuk menyesuaikan perangkat dan teknologi di dalam kapal yang digunakan dalam pelayaran perdana ini. Para ilmuwan ekspedisi ini berharap peta dan video yang dihasilkan akan membuka jalan bagi para peneliti lain untuk menindaklanjuti temuan awal yang mereka peroleh.

“Ini adalah sebuah gunung berapi yang besar dan lebih tinggi daripada semua gunung di Indonesia kecuali tiga atau empat lainnya, dan menjulang lebih dari sepuluh ribu kaki dari dasar laut di dalam perairan dan terletak di kedalaman lebih dari 18 ribu kaki,” kata Jim Holden, Ketua Ilmuwan AS untuk misi awal ekspedisi bersama ini, dan seorang ahli mikrobiologi dari University of Massachusetts di Amherst, yang turut serta dalam ekspedisi dari Exploration Command Center di Jakarta, Indonesia.

Untuk dibandingkan, Gunung Semeru yang tertinggi di Pulau Jawa memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Namun ketinggian ini diukur berdasarkan level permukaan laut, bukan dari dasar lembah dari gunung. Sementara ketinggian gunung bawah laut yang ditemukan di Sangihe ini diukur dari lembahnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Geografi | Tag | 1 Komentar

Tsunami

Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah lain. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai “gelombang laut seismik”.
Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.
Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.
Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Geografi | Tag | 2 Komentar

Kronologi Letusan Gunung Merapi

Merapi memasuki fase erupsi sejak Selasa sore, dan meletus 17.02 Waktu Indonesia Barat. Gunung Merapi akhirnya meletus Selasa 26 Oktober 2010 pukul 17.02 Waktu Indonesia Barat.
Belasan orang menjadi korban, termasuk redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho yang kembali naik ke atas gunung demi membujuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan turun. Editor senior ini memang sudah lama mengenal Mbah Maridjan. Jelang letusan Merapi tahun 2006, Wawan juga bersama Mbah Maridjan di rumahnya.
Seperti diinformasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Merapi memasuki fase erupsi sejak Selasa sore.
Berikut kronologis letusan Gunung Merapi yang terjadi Selasa sore hingga menjelang malam.

  1. Pukul 17.02 mulai terjadi awanpanas selama 9 menit
  2. Pukul 17.18 terjadi awanpanas selama 4 menit
  3. Pukul 17.23 terjadi awanpanas selama 5 menit
  4. Pukul 17.30 terjadi awanpanas selama 2 menit
  5. Pukul 17.37 terjadi awanpanas selama 2 menit
  6. Pukul 17.42 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
  7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari      Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo
  8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara     dentuman
  9. Pukul 18.16 terjadi awanpanas selama 5 menit
  10. Pukul 18.21 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
  11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membubung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi
  12. Pukul 18.54 aktivitas awan panas mulai mereda
  13. Luncuran awanpanas mengarah kesektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara

Status Gunung Merapi ditingkatkan dari Normal manjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010. Pada 21 Oktober 2010 status Merapi menjadi Siaga, dan kemudian Awas, terhitung sejak 25 Oktober 2010. (Vivanews)

Dipublikasi di Geografi | Tag | Tinggalkan komentar

Gunung Raksasa di Barat Bengkulu

JAKARTA — Keluarga gunung berapi di Indonesia bertambah satu dengan ditemukannya gunung api raksasa (giant volcano) di bawah laut. Gunung api yang terdeteksi secara tak sengaja itu berada di perairan barat Pulau Sumatra, sekitar 330 kilometer ke arah barat dari Kota Bengkulu di Samudra Hindia. Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yusuf S Djajadihardja, memperkirakan, gunung api ini memiliki ketinggian kurang lebih 4.600 meter pada kedalaman 5.900 meter.Puncak gunung api ini berada pada kedalaman 1.280 meter dari permukaan air laut. ”Gunung api ini sangat besar dan tinggi, dengan lebar sekitar 50 kilometer,” kata Yusuf saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/5).Tidak mustahil, terang Yusuf, gunung yang berlokasi di Palung Sunda itu merupakan gunung tertinggi yang dimiliki Indonesia. Sebagai perbandingan, pegunungan Jayawijaya di Papua hanya berketinggian sekitar 4.000 meter.Menurut Yusuf, gunung ini memiliki kaldera, yang menandakan gunung tersebut sebagai gunung api. Kendati, dia belum bisa memastikan tingkat keaktifannya. ”Bagaimanapun, gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus,” katanya.Namun, bagaimana data lebih rinci gunung tersebut, Yusuf mengaku belum bisa berkomentar banyak. ”Kami belum dapat memberi keterangan lebih lanjut, karena perlu kajian..

Dipublikasi di Geografi | Tag | Tinggalkan komentar

Islamic Calendar

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar