Motif Perburuan Rusa

RUSA SAMBAR

Hasil Penelitian di 5 Kecamatan (Muara Jawa, Samboja, Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Sebulu) di Kabupaten Kutai Kartanegara diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Tempat berburu banyak dijumpai di wilayah hutan yaitu 60%, 14% perburuan dilakukan di daerah kebun karet, 13% perburuan dilakukan padang rumput, dan 13% perburuan dilakukan kebun. Dan dari hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan berburu lebih dominan dilakukan pada pukul 21.00 dari sampel 5 kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara. Para pemburu mengetahui bahwa wilayah tersebut ada satwa rusa dapat diketahui dari jejak kaki sebesar 53%, dan  7% untuk identifikasi bekas jejak kaki, kotoran, dan makanan, dan 40% untuk identifikasi rumput sebagai makanan.
  2. Pemburu bisa melakukan perburuan tidak lepas dari proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% pemburu belajar dari teman-temannya yang bisa berburu juga, 33% pemburu belajar dari orang tua, dan 13% pemburu belajar sendiri.
  3. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti, didapatkan hasil bahwa sebanyak 40% pemburu melakukan perburuan sebanyak 2 kali dalam sebulan, masing-masing 13% untuk 1 kali dan 30 kali perburuan dalam sebulan, masing-masing 7% untuk 15 kali,8 kali, 7 kali, dan 5 kali dalam sebulan, dan 6% untuk 3 kali perburuan dalam sebulan. Dalam berburu alat yang digunakan dominan jaring dan tombak  sebesar 53%  dan dalam berburu 80% dilakukan secara berkelompok. Dalam berburu rata-rata dalam satu bulan mendapatkan 1 ekor rusa. Sedangkan rata-rata berat rusa yang didapat sebesar 70 kg.
  4. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 53% hasil buruan untuk dijual, baik kepada tetangga, masyarakat ataupun kepada pemesan, prosentase 20 % hasil perburuan di konsumsi sendiri oleh para pemburu, dan 27% hasil perburuan di jual dan di konsumsi sendiri oleh pemburu.
  5. Dari hasil survey penelitian, disimpulkan bahwa pengetahuan pemburu terhadap undang-undang terhadap perlindung satwa langka sangat kurang yaitu 87% dan 13% tahu.
  6. Dari hasil penelitian  didapatkan hasil 7% pemburu mengetahui sanksi yang diberikan terhadap perburuan satwa langka berupa hukuman penjara dan denda, sedangkan 93% pemburu tidak mengetahui terhadap sanksi yang diberikan terhadap perburuan satwa langka.
  7. Dari hasil penelitian tersebut diatas, disimpulkan bahwa perburuan yang dilakukan oleh pemburu lebih dominan menempuh  jarak sekitar 20 km untuk mendapatkan hewan buruannya. Ini mengisyaratkan bahwa lokasi perburuan sudah sangat jauh dan kecenderungan sudah melewati batas administrasi wilayah pemburu.

SARAN

  1. Agar kelangkaan terhadap Rusa  Sambar (Cervus unicolor) tidak terjadi, maka diperlukan adanya sosialisasi dan penegakan  Undang-Undang yang telah ada secara maksimal dengan pemberian sanksi dan hukuman bagi yang melanggar agar menimbulkan efek jera dan tidak menggulangi kegiatan tersebut kembali.
  2. Perlu dimasukkannya materi satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang, pada mata pelajaran misalnya, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) , Geografi dan lainnya. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
  3. Adanya sosialisasi tentang satwa langka yang harus dilestarikan dan dilindungi oleh undang-undang melalui media masa, media elektronik, media cetak, dan pamplet. Agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan satwa langka tersebut.
  4. Kerjasama antara LSM dan  Pemerintah untuk saling mengontrol agar tidak terjadi pemburuan satwa langka secara terang-terangan maupun tersembunyi oleh oknum atau masyarakat.
  5. Perlu adanya dukungan kelestarian Rusa Sambar (Cervus unicolor) dengan menggunakan IT, yaitu dengan pemanfaatan facebook, friendster, ataupun twitter. Sehingga para remaja ataupun siswa-siswi dapat mengetahui keberadaan rusa dan pelestariannya.

Tentang djunijanto

Arek Soeroboyo
Pos ini dipublikasikan di KARYA TULIS SISWA dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s